Parenting Domby Godean: Jangan Sampai Anak Kehilangan Jalan Pulang | Domby Kid's Hope
Parenting Domby Godean: Jangan Sampai Anak Kehilangan Jalan Pulang
Parenting

Parenting Domby Godean: Jangan Sampai Anak Kehilangan Jalan Pulang

20 October 2026 Dipublikasikan 26 Oct 2026
Rumah seharusnya menjadi tempat anak merasa aman, diterima, didengarkan, dan dikasihi. Namun, tidak semua anak yang tinggal bersama keluarganya benar-benar merasakan kedekatan dengan orang tuanya. Ada remaja yang secara fisik masih berada di tengah keluarga, tetapi secara emosional merasa jauh dan sendirian.
GODEAN, 20 Oktober 2026 – Sebanyak 100 orang tua mengikuti kegiatan Parenting Domby Godean yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, di RM Iwak Kalen, Godean. Mengangkat tema “Jangan Sampai Anak Kehilangan Jalan Pulang”, kegiatan ini mengajak para orang tua untuk merefleksikan kembali peran keluarga dalam membangun relasi yang kuat, hangat, dan penuh kasih dengan anak-anak. Rumah seharusnya menjadi tempat anak merasa aman, diterima, didengarkan, dan dikasihi. Namun, tidak semua anak yang tinggal bersama keluarganya benar-benar merasakan kedekatan dengan orang tuanya. Ada remaja yang secara fisik masih berada di tengah keluarga, tetapi secara emosional merasa jauh dan sendirian. Mereka tumbuh di dalam rumah, tetapi tidak selalu memiliki tempat untuk menceritakan pergumulan, menyampaikan perasaan, atau mencari pertolongan ketika menghadapi masalah. Ketika relasi dengan orang tua tidak terbangun dengan baik, anak dapat kehilangan tempat untuk pulang secara emosional. Mereka mungkin mencari penerimaan, perhatian, dan rasa memiliki di luar rumah, bahkan dari lingkungan yang belum tentu memberikan pengaruh positif bagi pertumbuhan mereka. Melalui tema ini, para orang tua diajak memahami bahwa menciptakan home bukan sekadar menyediakan tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Home adalah suasana yang membuat anak merasa memiliki tempat di mana ia diterima, didengarkan tanpa terburu-buru dihakimi, berani mengakui kesalahan tanpa takut kehilangan kasih, serta menemukan dukungan ketika menghadapi pergumulan hidup. Anak perlu memiliki alasan untuk pulang, bukan sekadar kewajiban untuk pulang. Alasan itu tumbuh ketika orang tua hadir secara emosional, menyediakan waktu untuk mendengarkan, membangun komunikasi yang terbuka, dan menunjukkan kasih melalui sikap serta tindakan sehari-hari. Karena itu, orang tua diajak untuk tidak menunggu sampai anak bermasalah baru mulai mendekatinya. Jangan menunggu anak terjerumus dalam pergaulan yang salah, mengalami tekanan emosional, atau memilih menjauh dari keluarga untuk kemudian bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Kedekatan perlu dibangun sejak sekarang, selagi masih ada kesempatan untuk duduk bersama, berbincang, tertawa, mendengarkan cerita sederhana, dan memahami dunia anak yang terus berubah. Mari bertanya kepada diri sendiri: Apakah anak-anak kita merasa nyaman bercerita kepada kita? Apakah mereka berani mengakui kesalahan tanpa takut langsung dimarahi? Ketika mereka mengalami kegagalan atau menghadapi masalah, apakah orang tua menjadi tempat pertama yang mereka cari, atau justru orang yang paling mereka takuti untuk ditemui? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan orang tua, melainkan menjadi undangan untuk berani mengevaluasi diri dan memperbaiki relasi dengan anak. Kesibukan bekerja, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mempersiapkan masa depan anak memang penting. Namun, jangan sampai dalam upaya memberikan yang terbaik bagi anak, kita justru kehilangan kesempatan untuk benar-benar hadir dalam kehidupan mereka. Membangun kedekatan membutuhkan waktu, kesabaran, dan kerendahan hati. Orang tua perlu belajar mendengarkan sebelum menasihati, memahami sebelum menghakimi, serta mengoreksi tanpa merendahkan. Ketika terjadi konflik, orang tua juga perlu berani meminta maaf dan membuka kembali ruang komunikasi. Anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu sempurna, tetapi mereka membutuhkan orang tua yang mau hadir, terus belajar, dan bersedia membangun hubungan yang sehat. Mari mulai dari langkah sederhana hari ini: sisihkan waktu khusus untuk anak tanpa terganggu telepon genggam, tanyakan bagaimana perasaan mereka dan dengarkan jawabannya dengan sungguh-sungguh, bangun kebiasaan makan atau berbincang bersama, serta pastikan mereka tahu bahwa kasih dan penerimaan orang tua tidak hilang ketika mereka melakukan kesalahan. Jangan hanya bertanya tentang nilai, prestasi, atau kewajiban mereka. Tanyakan juga apa yang membuat mereka bahagia, apa yang sedang mereka khawatirkan, dan apa yang sedang mereka perjuangkan. Kegiatan Parenting Domby Godean ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya membesarkan anak agar berhasil dalam pendidikan dan kehidupan, tetapi juga membangun hubungan yang membuat mereka memiliki tempat untuk kembali ketika dunia terasa berat. Anak membutuhkan batasan dan arahan, tetapi mereka juga membutuhkan kehangatan, kepercayaan, dan kesempatan untuk didengarkan. Domby Godean mengajak setiap orang tua untuk mengambil langkah nyata dalam menciptakan keluarga yang bukan hanya menjadi tempat tinggal, melainkan juga tempat bertumbuh, berbagi cerita, memperoleh kekuatan, dan menemukan kasih. Jangan menganggap kedekatan dengan anak akan terbangun dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Waktu terus berjalan, anak-anak bertumbuh, dan kesempatan untuk mendampingi setiap tahap kehidupan mereka tidak akan terulang dengan cara yang sama. Jangan menunggu sampai anak menjauh untuk mulai mendekat. Jangan menunggu sampai anak berhenti bercerita untuk mulai mendengarkan. Dan jangan menunggu sampai anak kehilangan arah untuk menunjukkan bahwa rumah selalu terbuka baginya. Mari menjadi orang tua yang bukan hanya menyediakan jalan bagi anak untuk meraih masa depan, tetapi juga memastikan mereka selalu tahu jalan pulang. Sebab, rumah yang dirindukan bukanlah rumah tanpa masalah, melainkan rumah tempat anak tetap menemukan kasih, penerimaan, dan orang-orang yang bersedia berjalan bersama mereka, bahkan ketika mereka sedang tidak baik-baik saja.

Berita Lainnya
Bootstrap